Mahasiswa se-Jakarta Meminta Jokowi Beri Suri Tauladan, Bukan Pencitraan

JAKARTA, GURUTTA.NET – Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam
Perkumpulan Mahasiswa Se-Jakarta (PMJ), menggelar diskusi di Resto Rawamangun, Jakarta Timur. Senin,13 November 2017.

Berikut isi dari press release yang kami terima;

ress Release..!!

Presiden Joko Widodo merupakan sosok yang dikenal selalu tampil sederhana. Sejak masa kampanye, Jokowi selalu berusaha berpenampiln sederhana, bahkan ketika sudah menjabat pun jokowi tetap mempertahankan kesederhanaannya.

Hal itu tergambarkan bukan hanya dari penampilannya saja tetapi juga dari sikap yang dekat dengan rakyat.
Kepemimpinan Jokowi dengan gaya yang sederhana memang menuai banyak pujian, ditambah dengan seruan revolusi mentalnya membuat dirinya semakin dicintai masyarakat.

Demikian pula beberapa kalangan tetap mengnggap bahwa apa yang dilakukan Jokowi adalah pencitraan semata, anggapan itu tentu bukan tanpa alasan.
Alasan itu diantaranya seperti ketika beberapa hari lalu Jokowi telah melangsungkan acara pernikahan anak keduanya “kahiyang Ayu” yang di gelar di kampung halamannya yaitu Solo.

Acara pernikahan ini banyak menuai pro kontra di masyarkat, hal itu disebabkan karena acara ini dianggap mewah.
Kemewahan acara pernikahan Kahiyang Ayu tergambar dari undangan yang di bagikan yaitu sebanyak 8000 undangan. Padahal ini bertentangan dengan “Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 Tahun 2014”, tentang Gerakan Hidup Sederhana yang membatasi undangan hanya 400 saja sebagaimana di ungkapkan oleh beberapa tokoh negara “bahwa Pesta pernikahan yang mewah ini tentunya sangat kita sayangkan karena secara langsung bertentangan dengan presiden Jokowi yang selama ini menjadi simbol kesederhanaan apalagi dengan revolusi mentalnya,harusnya kejadian demikian tidak perlu terjadi”.

Polemik ini juga menyebabkan runtuhnya kepercayan masyarakat terhadap pemimpin negara yang seharusnya menjadi suri tauladan bagi masyarakatnya,
Semua kalangan sekarang merasa tertipu atas segala sepak terjang baik Jokowi selama ini.

Oleh karena itu kami dari Perkumpulan Mahasiswa se-Jakarta (PMJ) bersikap akan mendukung masyarakat dan menyampaikan beberapa tuntutan, diantaranya :
1. Stop pencitraan yang menipu masyarakat.
2. Menuntut agar presiden jokowi dapat membuktikan ucaapannya tentang sikap sederhana dan revolusi mental.
3. Menuntut agar pejabat pemerintah menaati segala peraturan yang berlaku khususnya tentang gerakan hidup sederhana yang tercatum dalam Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 Tahun 2014.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *