Lagi, Mahasiswa Demo DPRK

Puluhan mahasiswa di Aceh Barat kembali melancarkan unjuk rasa ke DPRK dan kantor bupati di Meulaboh menuntut Kepala Dinas Kesehatan dr H Zafril Luthfi RA dicopot dari jabatannya, Kamis (2/11).

Sebelumnya pada Kamis (27/10) lalu mahasiswa juga menggelar aksi serupa di Kantor Dinas Kesehatan Aceh Barat Jalan Imam Bonjol, Seuneubok, Meulaboh. Pantauan Serambi mahasiswa membawa berbagai poster dan tulisan berisi tuntutan. Suasana aksi berjalan tertib di bawah pengamanan ketat petugas kepolisian dari Polres Aceh Barat di bawah pimpinan Kabag Ops Kompol Aditya.

Dalam aksinya di DPRK, massa mendesak lembaga wakil rakyat merespons tuntutan mereka untuk mencopot Kadinkes dari jabatannya. Menurut mahasiswa pelayanan kesehatan di Aceh Barat di bawah kepemimpinannya selama ini dinilai tak mampu meningkatkan kualitas standar pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Dalam aksinya, mahasiswa juga menyoroti banyaknya kasus kematian pasien dan bayi di Aceh Barat yang selama ini terjadi akibat tak adanya ambulans, serta tak adanya tenaga medis yang bertugas di Puskesmas.

Mahasiswa juga beralasan, mereka telah memberi waktu selama 168 jam kepada Kadinkes setempat untuk mundur sejak Kamis pekan lalu. Hingga kemarin yang bersangkutan juga belum mundur dari jabatannya sehingga mereka melancarkan kembali aksinya. Kedatangan massa diterima Ketua DPRK Aceh Barat Ramli SE didampingi anggota dewan lainnya seperti Masrizal dan Nurhayati.

Dalam penjelasannya DPRK menampung aspirasi mahasiswa. Namun untuk membahas persoalan ini, pihaknya harus melakukan audiensi dengan pihak terkait seperti Dinas Kesehatan, masyarakat serta berbagai pihak lainnya.

Ramli juga menjelaskan pihaknya perlu memanggil dinas dan masyarakat karena adanya kesimpangsiuran informasi soal tudingan mahasiswa seperti juga yang dimuat beberapa media. Mendapatkan keterangan ini, mahasiswa kemudian berang. Mahasiswa juga menuding anggota DPRK Aceh Barat tidak memihak mereka, melainkan memihak kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat. “Ini bukan wakil rakyat, ini wakil Luthfi (Kadinkes), ayo kawan-kawan kita bubar tak perlu mendengarkan penjelasan dewan yang membela Kadis,” tegas Deni, orator dalam unjuk rasa.

Mendengar ajakan ini, massa langsung membubarkan diri dan kemudian mendatangi kantor bupati untuk menyampaikan tuntutan sama, Massa disambut Wakil Bupati Banta Puteh Syam. Karena tak menemukan jalan keluar dari persoalan yang mereka tuntut, hingga Kamis siang kemarin mahasiswa masih bertahan di depan kantor Bupati Aceh Barat serta mendirikan posko. Mahasiswa mengaskan akan menginap di kompleks kantor pemerintah hingga tuntuntan mereka dipenuhi.

Wakil Bupati Aceh Barat Banta Puteh Syam dalam penjelasannya kepada massa mengatakan Pemkab tidak bisa sembarangan mengambil tindakan untuk mencopot jabatan seseorang.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah tetap akan mengakomodir dan mengapresiasi tindakan mahasiswa yang sudah peduli dengan kondisi sosial yang terjadi di Aceh Barat sehingga menjadi perhatian serius pemeritah. Namun penjelasan ini membuat mahasiswa kurang puas dan mereka ngotot meminta Kadinkes dicopot.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *